Angka Penting
Angka penting adalah angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti (eksak) dan angka taksiran. Angka pasti diperoleh dari penghitungan skala alat ukur, sedangkan angka taksiran diperoleh dari setengah skala terkecil.
Contoh hasil pengukuran dengan angka penting:

Aturan Angka Penting
Aturan penulisan angka penting:
1. Semua angka bukan nol adalah angka pentig.

contoh: 543 memiliki 3 angka penting

2. Angka nol dibelakang angka bukan nol adalah bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus misal garis bawah.

contoh: 350 memiliki 2 angka penting

3. Angka nol yang terletak diantara dua angka bukan nol adalah angka penting.

contoh: 404 memiliki 3 angka penting

4. Angka nol di depan angka bukan nol adalah bukan angka penting.

contoh: 0,040 memiliki 2 angka penting

5. Angka nol dibelakang tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka penting.

contoh: 3,00 memiliki 3 angka penting

ATURAN PEMBULATAN
           Jika angka pertama setelah angka yang hendak dipertahankan adalah 4 atau lebih kecil, maka angka itu dan seluruh angka disebelah kanannya ditiadakan. Misal:
(1). 35,394 = 76,49 (angka 4 yang dicetak tebal ditiadakan)
(2). 2,00729 = 1,008 (kedua angka yang dicetak tebal ditiadakan)
          Jika angka pertama setelah angka yang hendak dipertahankan adalah 5 atau lebih besar, maka angka itu dan seluruh angka di bagian kanannya ditiadakan. Angka terakhir yang dipertahankan bertambah satu.

Penjumlahan Angka Penting
Aturan penjumlahan angka penting.
1. Penjumlahan/pengurangan angka pasti dengan pasti menghasilkan angka pasti.
2. Penjumlahan/pengurangan angka pasti dengan taksiran meghasilkan angka taksiran.
3. Hasil penjumlahan angka penting hanya memuat satu angka taksiran.

Contoh penjumlahan angka penting

 

 

 

 

Contoh pengurangan angka penting

 

 

 

 

 

 

 

Perkalian Angka Penting
Aturan perkalian/pembagian angka penting
1. Perkalian/pembagian antar angka pasti dengan angka pasti hasilnya angka pasti.
2. Perkalian/pembagian antar angka pasti dengan taksiran hasilnya angka taksiran.
3. Hasil perkalian/pembagian angka penting hanya memuat satu angka taksiran.
Dengan ketentuan ini ternyata hasilnya memiliki angka penting yang jumlah angka penting sama dengan jumlah angka penting terkecil yang dikalikan.
Contoh :
– 2 angka penting x 4 angka penting = 2 angka penting
– 5 angkapenting x 3 angka penting = 3 angka penting

Contoh perkalian angka penting

 

 

 

 

 

 

Contoh pembagian angka penting
8,8 : 1,222 = 3,6903 = 3,7
7,788 : 2,2 = 3,54 = 3,5

 

Alat Ukur dan Ketelitiannya

1. MISTAR
Setiap strip pendek berdekatan yang merupakan skala terkecil dengan jarak 1mm atau 0,1cm. Ketelitian pada mistar adalah setengah dari skala terkecilnya.Jadi ketelitian atau ketidakpastian mistar adalah (1/2 x 1mm) = 0,5 mm atau 0,05cm.
Angka penting :
5,5cm (2 angka penting).

 

2.  JANGKA SORONG
Jangka sorong terdiri atas dua raha
ng, yang pertama adalah rahang tetap yang tertera skala utama dimana 10 skala utama panjangnya 1 cm. kedua rahang geser dimana skala nonius berada. 10 skala nonius panjangnya 0,9 cm sehingga beda panjang skala utama dan nonius adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.
Jadi, skala terkecil pada jangka sorong 0,1 mm atau 0,01 cm, sehingga ketelitiannya adalah (1/2 x 0,1 mm) = 0,05 mm atau 0,005 cm
Angka Penting :
Panjang kubus 6,45 (3 angka penting)

 

 

3.  MIKROMETER SEKRUP
Skala utama mikrometer sekrup pada selubung kecil dan skala nonius pada selubung luar yang berputar maju dan mundur. 1 putaran lengkap skala utama maju / mundur 0,5 mm karena selubung luar terdiri 50 skala maka 1 skala selubung luar = 0,5 mm/50 = 0,01 mm sebagai skala terkecilnya.
Angka Penting :
5,5 (2 angka penting)

 

4.  AMPEREMETER

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.
Angka Penting:
2356 (4 angka penting)

 

 

5.  PIPET VOLUM

 

Digunkan untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung (gondok) pada bagian tengah pipet.
Angka Penting: angka yang dihasilkan sangat akurat

 

 

6.  LABU UKUR

 

Labu Ukur adalah sebuah perangkat yang memiliki kapasitas antara 5 mL sampai 5 L dan biasanya instrumen ini digunakan untuk mengencerkan zat tertentu hingga batas leher labu ukur.
Memiliki keakuratan yang sangat tinggi

 

 

7.  GELAS UKUR

Digunakan untuk mengukur volume 10 – 2000 mL.
Angka Penting :
80,5 (3 angka penting)