Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4). Reaksi ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu.Oksidasi adalah pelepasan elektron oleh suatu zat, dan reduksi adalah pengambilan elektron oleh suatu zat.

Dalam titrasi permanganometri tidak diperlukan indikator karena kalium permanganat selain merupakan larutan standar juga dapat bertindak sebagai indikator, ini disebut autoindikator.

Kalium permanganate adalah oksidator kuat. Reagen ini dapat diperoleh dengan mudah, tidak mahal, dan tidak membutuhkan indicator terkecuali untuk larutan yang amat encer. Satu tetes 0,1 N permanganate memberikan warna merah muda yang jelas pada volume dari larutan yang biasa dipergunakan dalam sebuah titrasi. Warna ini digunakanuntuk mengindikasi kelebihan reagen tersebut. Kelemahannya adalah dalam medium HCL. Cl dapat teroksidasi, demikian juga larutannya, memiliki kestabilan yang terbatas.

Sebelum digunakan dalam proses permaganometri KMnO4 harus distandarisasi terlebih dahulu. untuk menstandarisasi kalium permanganat dapat dipergunakan zat reduktor seperti asam oksalat, natrium oksalat, kalium tetra okalat, dan lain-lain.

Sebelum titrasi dilakukan, larutan yang akan diuji ditambahkan H2SO4 terlebih dahulu. Penambahan H2SO4 dilakukan selain untuk menambah suasana asam juga karna merupakan asam yang paling cocok digunakan sebagai pelarut KMnO4.

Selain penambahan H2SO4 juga dilakukan pemanasan. Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi. Titrasi permanganometri harus berjalan cepat karna jika percobaan dilakukan dalam waktu yang lama, larutan KMnO4 pada buret yang terkena sinar akan terurai menjadi MnO2 sehingga pada titik akhir titrasi akan diperoleh pembentukan presipitat coklat yang seharusnya adalah larutan berwarna merah rosa.